Perayaan Hari Ibu, Peran Ibu dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan

Oleh  Iik Nurul Fatimah

Dosen Biologi, UNPAM PSDKU, Serang

PEREMPUAN memiliki peranan penting dalam menjaga lingkungan hidup. Hal ini juga sejalan dengan KTT Bumi di Rio de Jenerio yang mendeklarasikan bahwa “Perempuan mempunyai peran penting dalam pengelola lingkungan dan pembangunan. Partisipasi penuh mereka sangat penting untuk meningkatkan pembangunan berkelanjutan”.

Hal ini bisa ditinjau dari dekatnya Perempuan dalam berperan di kehidupan sehari-hari yang berhubungan erat dengan lingkungan hidup. Pengguna utama dalam pengelolaan di rumah tangga, juga yang akan merasakan dampak buruk dari perubahan lingkungan yang terjadi.

Air bersih yang sulit dijangkau akan menghambat seluruh kegiatan rumah tangga, pengolahan bahan makanan yang buruk tidak akan memberikan gizi yang seimbang, sampah yang tidak dikelola dengan baik akan membuat timbulan sampah rumah tangga semakin besar.

Sebanyak 39,63% timbunan sampah secara nasional menurut KLHK berasal dari sampah rumah tangga. Di kawasan metropolitan Jabodetabek, pencemaran air menjadi salah satu kerusakan lingkungan yang berdampak bagi kehidupan masyarakat. Perempuan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas berlangsungnya kehidupan rumah tangga, banyak yang tidak memiliki akses terhadap air bersih. Serta pencemaran udara yang sangat buruk saat ini menjadi salah satu masalah lingkungan hidup yang perlu mendapat perhatian.

Beragam macam isu tentang lingkungan, Perempuan diakui memiliki peranan penting terhadap penguraian masalah ini. Perempuan mampu menjadi garda terdepan dalam pelestarian lingkungan hidup. Hal ini sejalan dengan peranannya sebagai ibu, yang memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya untuk tetap memastikan keluarganya berada di lingkungan yang nyaman serta mengonsumsi makanan yang baik. Peran lingkungan terhadap dua hal tersebut sangat berkaitan erat. Sementara itu, perempuan juga memiliki pengetahuan dan tanggung jawab yang unik dalam pemanfaatan berkelanjutan dan konservasi keanekaragaman hayati, serta perempuan merupakan agen perubahan transformasional. 

Hal-hal kecil saja di dalam rumah mampu menanggulangi permasalahan lingkungan dalam skala besar. Misalnya dengan mengurangi sampah rumah tangga dengan cara membuat kompos ataupun menerapkan system 3R (recycle, reduce, dan Reuse) yang mampu meminimalisir timbulan sampah rumah tangga. Penanaman pohon dirumah mampu menjaga kelestarian alam dan polusi udara. Penggunaan bahan dan alat rumah tangga yang bersifat ramah lingkungan memiliki kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.

Meskipun dianggap kecil dan sederhana, peranan seorang ibu sangatlah menunjang dalam pelestarian lingkungan hidup. Hal ini tentunya menjadi spirit seorang Perempuan dalam mengemban perjuangan perayaan hari ibu. Tidak hanya mengenai romansa kasih sayang ibu dan anak, tetapi lebih dari itu seorang ibu memanggul perjuangan Perempuan yang sesungguhnya. (*)

Please follow and like us:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top